by

4 Kondisi yang Bisa Menyebabkan Dada Terasa Sakit Saat Bernapas

Bernapas adalah cara tubuh mendapatkan oksigen. Dengan oksigen itulah semua proses di dalam tubuh dapat berjalan lancar. Coba saja untuk menahan napas, apa rasanya? Lalu ketika kembali bernapas lagi Anda akan merasa lega, bukan? Nah, bagaimana jadinya jika saat bernapas yang seharusnya melegakan justru membuat dada terasa sakit? Untuk mengetahui apa penyebab sakit dada ketika menarik napas, baca terus ulasan berikut ini.

1. Kondisi yang berkaitan dengan otot dan tulang di dada

Cedera di daerah dada bisa menimbulkan sakit dada ketika bernapas. Cedera di bagian dada yang dapat terjadi contohnya tulang dada patah atau otot bagian dada memar akibat benturan.

Ketika Anda mengambil napas, tulang di bagian dada dan otot akan ikut bergerak. Nah, jika terjadi cedera di area ini tentu akan menimbulkan rasa sakit saat bernapas.

2. Kondisi yang berkaitan dengan paru-paru

Pneumonia

Pneumonia adalah kondisi infeksi serius pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri. Orang yang mengalami pneumonia kantung-kantung kecil udaranya (alveolus) di dalam paru-paru akan penuh dengan cairan. Oleh karena itu, beberapa gejala akan timbul karena kondisi ini. Salah satunya adalah dada terasa sakit ketika bernapas.

Gejala lainnya meliputi demam, detak jantung yang semakin meningkat, kehilangan nafsu makan, dan batuk yang tidak kunjung sembuh.

Radang selaput paru-paru (pleuritis)

Paru-paru adalah organ yang dibungkus oleh membran khusus bernama pleura. Pleura ini bisa mengalami peradangan karena bakteri, tumor, patah tulang iga, kanker paru, dan luka di dada. Kondisi peradangan ini akan menimbulkan efek sakit di dada saat bernapas.

Karena sakit yang dirasakan, orang yang mengalami radang selaput paru-paru cenderung mengambil napas pendek-pendek untuk menghindari rasa sakit di dadanya yang akan semakin terasa jika bernapas seperti biasanya.

Tuberkulosis

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Umumnya bakteri ini menyerang paru-paru. Orang yang mengalami tuberkulosis mengalami peradangan di paru-paru, sehingga dada terasa sakit ketika bernapas. Gejala lainnya yang cukup serius adalah muntah darah.

Empyema

Empyema disebut juga pyothorax atau pleuritis purulen. Ini adalah kondisi saat nanah terkumpul di daerah antara paru-paru dengan permukaan dalam dinding dada. Daerah ini dikenal dengan ruang pleura. Saat terjadi infeksi, maka ruang pleura ini akan menumpuk nanah semakin banyak mengental. Penumpukan ini membuat lapisan paru-paru dan rongga dada jadi menempel. Alhasil, paru-paru tidak bisa mengembang sepenuhnya dan menimbulkan rasa sakit saat bernapas.

Emboli paru

Gumpalan darah di paru-paru yang disebut emboli paru ini juga dapat menimbulkan sakit dada serius saat bernapas. Emboli paru bisa terjadi karena cedera seperti patah tulang atau robekan otot yang bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah yang akhirnya menimbulkan gumpalan.

Kondisi medis tertentu juga bisa menyebabkan darah membeku terlalu mudah sehingga dapat terbentuk emboli paru. Kondisi seperti operasi atau kemoterapi untuk kanker juga dapat menyebabkan pembekuan darah terjadi lebih mudah.

Pneumotoraks

Kondisi pneumotoraks juga akan membuat pengidapnya merasakan sakit dada ketika bernapas. Pneumotoraks terjadi sat udara bocor ke ruang antara paru-paru dan dinding dada. Penyebab pneumotoraks ini bermacam-macam.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed