by

7 Penyebab Endometriosis yang Perlu Anda Waspadai

Endometriosis adalah gangguan kesehatan yang memengaruhi perut bagian bawah pada wanita, dan umumnya terjadi pada wanita di usia subur. Kondisi ini terjadi di saat jaringan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Penyebab endometriosis secara pasti belum diketahui, tapi ada beberapa kemungkinan atau yang dapat memicu terjadi endometriosis.

Sekilas tentang endometriosis

Endometriosis adalah kondisi abnormal penebalan jaringan dinding rahim (endometrium). Normalnya, jaringan dinding rahim hanya akan menebal menjelang masa ovulasi untuk mempersiapkan diri agar calon janin dapat menempel pada rahim, jika terjadi pembuahan.

Bila tak ada pembuahan, endometrium yang telah menebal akan meluruh menjadi darah. Saat itulah menstruasi Anda mulai.

Pada kasus endometriosis, penebalan yang menetap tersebut akan mengiritasi jaringan di sekitarnya sehingga menyebabkan peradangan, kista, jaringan parut, dan pada akhirnya menimbulkan gejala-gejala.

Biasanya endometriosis menyebabkan nyeri yang luar biasa saat menstruasi, nyeri panggul, dan menstruasi yang deras. Selain itu, beberapa wanita juga mengeluhkan rasa sakit saat buang air besar, kencing, atau saat berhubungan seksual. Dalam kasus yang serius endometriosis juga bisa menghambat kehamilan, bahkan menyebabkan kemandulan.

Kondisi endometriosis bisa muncul pada wanita dalam rentang usia subur. Penyebab pasti dari endometriosis hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, diduga adanya faktor genetik, lingkungan, dan anatomi tubuh yang turut berperan dalam munculnya endometriosis.

Penyebab endometriosis

Ada beberapa hal yang mungkin jadi penyebab endometriosis. Untuk memastikan diagnosis, langsung periksakan ke dokter Anda. Namun, Anda yang memiliki kondisi-kondisi di bawah ini sebaiknya lebih waspada.

1. Menstruasi retrograde

Mentsruasi retrograde terjadi ketika darah menstruasi yang mengandung sel endometrium mengalir kembali ke tuba falopi dan masuk ke rongga panggul, dan bukan di luar tubuh.

Sel endometrium ini menempel pada dinding pelvis dan permukaan organ pelvis, di mana mereka tumbuh dan terus menebal dan berdarah sepanjang siklus menstruasi.

2. Perubahan sel embrio

Hormon estrogen dapat mengubah sel embrionik, yaitu sel pada tahap awal perkembangan, menjadi implan sel endometrium selama masa pubertas. Dengan kata lain, endometriosis dirangsang oleh kadar hormon esterogen yang tidak seimbang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed