by

Cek Seberapa Cepat Penuaan Terjadi Dalam Tubuh Dengan Tes Urine!

Setiap orang pasti mengalami proses penuaan seiring dengan bertambahnya usia. Memang tidak ada satu orang pun yang dapat terhindar dari proses alami ini. Namun, dengan memahami proses terjadinya, mungkin dapat bermanfaat bagi manusia agar dapat melakukan intervensi dan mencegah atau memperlambat penuaan.

Peneliti mengenai anti aging melihat bahwa proses penuaan sebagai penyakit yang dapat dan harus dihentikan. Terdapat sebuah pemeriksaan terbaru yang dapat membantu untuk mengukur seberapa jauh proses penuaan yang terjadi dalam diri kita. Peneliti telah mengidentifikasi sebuah senyawa kimia alami dalam urine. Senyawa ini akan muncul dalam konsentrasi lebih tinggi seiring dengan bertambahnya usia.

Para peneliti mengatakan bahwa senyawa kimia ini dapat berfungsi sebagai marker atau penanda usia biologis Anda, atau seberapa cepat Anda menua, dibandingkan dengan usia Anda yang berdasarkan pada tanggal lahir.

Mencari tanda-tanda penuaan dalam tubuh

kesehatan lansia

Peneliti dari Rumah Sakit West China di Sichuan University di Chengdu, Tiongkok, mencari sebuah penanda (biomarker) yang bisa memantau seberapa cepat proses penuaan terjadi dalam tubuh manusia. Menurut teori penuaan, tubuh manusia menua akibat radikal bebas. Radikal bebas adalah atom atau molekul yang sangat reaktif yang diproduksi akibat adanya oksigen, dalam sebuah proses yang disebut oksidasi. Apabila radikal bebas tidak dinetralkan oleh antioksidan, maka radikal bebas dapat merusak sel-sel lain.

Peneliti mengatakan bahwa tubuh manusia sendiri juga sebetulnya menghasilkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan oksidatif terhadap biomolekul dalam sel, seperti DNA dan RNA. Seiring bertambahnya usia, manusia juga mengalami peningkatan kerusakan oksidatif sehingga terjadi peningkatan penanda alias biomarker kerusakan oksidatif pula dalam tubuh.

Nama senyawa kimia yang dapat menjadi penanda penuaan ini adalah 8-ox0-7,8-dihydroguanosine, disingkat menjadi 8-oxoGsn. Senyawa ini dihasilkan terus menerus sepanjang hidup karena merupakan produk hasil kerusakan RNA, sebuah molekul penting yang berinteraksi dengan DNA untuk mengaktifkan ekspresi gen dan menciptakan protein di inti sel.

Jika proses penuaan diartikan sebagai penumpukan kerusakan sel dan jaringan yang berkepanjangan, maka suatu senyawa yang dapat mengukur kerusakan RNA akan menjadi penanda yang sesuai untuk mengukur penuaan.

Dalam penelitian terbaru ini, para ahli mengamati lebih dari 1.200 pria dan wanita di Tiongkok berusia 2 hingga 90 tahun. Mereka menemukan bahwa terdapat peningkatan kadar 8-oxoGsn seiring dengan bertambahnya usia. Dengan kata lain, kadar penanda ini lebih tinggi pada orang-orang yang berusia lebih tua.

Tingkat kadar 8-oxoGsn tidak jauh berbeda antara pria dan wanita. Namun wanita yang sudah melalui masa menopause menunjukkan tingkat 8-oxoGsn lebih tinggi. Hal ini mungkin terjadi karena penurunan hormon estrogen yang terjadi selama menopause, sedangkan estrogen diketahui memiliki efek antioksidan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed