by

Efek Samping Antidepresan Pada Tekanan Darah yang Harus Diwaspadai

Obat antidepresan biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan depresi dan kecemasan. Meski terbilang aman, Anda harus mewaspadai efek samping antidepresan. Pasalnya, antidepresan tergolong sebagai obat keras yang membutuhkan pengawasan dokter. Jika dikonsumsi sembarangan, obat ini bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya, termasuk kenaikan tekanan darah. Kenapa bisa begitu? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Apa itu antidepresan?

Antidepresan adalah obat untuk mengobati depresi. Obat ini bekerja dengan menyeimbangkan beberapa zat kimia alami di dalam otak.

Dalam kondisi normal, sel-sel saraf otak akan mengirimkan impuls lewat berbagai senyawa dan zat di dalam otak. Namun, ketika Anda mengalami depresi, senyawa-senyawa tertentu di dalam otak jadi tidak seimbang dan menghalangi saraf untuk mengirim impuls. Nah, penggunaan antidepresan akan membantu menyeimbangkan senyawa zat-zat yang diperlukan otak agar bisa berfungsi secara normal.

Penting untuk tetap mengonsumsi obat-obatan ini bahkan jika Anda sudah merasa lebih baik. Jangan berhenti minum obat tanpa konsultasi dokter. Pasalnya, pemberhentian mengonsumsi antidepresan harus dilakukan secara bertahap.

Secara umum, obat jenis ini sebetulnya aman untuk dikonsumsi selama Anda mengikuti saran dan dosis yang diberikan oleh dokter. Itu sebabnya, konsultasikan ke dokter terlebih dulu sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat ini.

Waspadai efek samping antidepresan terhadap tekanan darah

Antidepresan mengubah respon tubuh Anda terhadap bahan kimia otak, termasuk serotonin, norepinefrin, dan dopamin yang juga dapat meningkatkan tekanan darah Anda. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh VU University Medical Center di Amsterdam, Belanda, depresi tidak meningkatkan tekanan darah. Akan tetapi, obat yang digunakan untuk mengobati depresilah yang justru dapat menyebabkan tekanan darah naik. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa depresi sebetulnya berkaitan dengan tekanan darah rendah. Akan tetapi, ketika seseorang mengonsumsi antidepresan tertentu, terutama antidepresan trisiklik, efek sampingnya justru cenderung meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami depresi dan hipertensi, hal tersebut mungkin bisa disebabkan oleh beberapa obat antidepresan seperti trisiklik atau serotonin dan norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs). Efek samping antidepresan ini lebih rentan dialami oleh pasien yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau orang yang berisiko hipertensi. 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed