by

Harga Telur Meroket, Menteri Ini Tuding Anak Ayam & Pakan yang Jadi Biang Keroknya ! ini Solusi Gubernur Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bekerja sama dengan Kabupaten Blitar sebagai sentra produksi telur untuk mendatangkan 200.000 paket telur ayam per bulan ke Ibu Kota.Eksekusi pengiriman tersebut diperjelas setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Bupati Blitar Rijanto menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di Balairung, Balai Kota DKI, Senin 9 Juli 2018.

“Kita berharap MoU ini tidak menjadi sleeping MoU tetapi menjadi aktif MoU. Kami di Jakarta konsumsi tinggi, penting sekali pasokan terjamin. Karena terganggu sedikit, harga naik,” kata Anies, seperti dikutip Tribunnews.

Anies berharap produksi telur di Blitar meningkat dari segi pengelolaan.

“Pak Bupati titip salam kepada semua warga yang terlibat dalam pengelolaan telur ayam ras. Kita berharap lebih meningkat prodiktivitasnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto mengatakan telur menjadi salah satu sektor unggulan di daerah Blitar.

“Pada 2017 populasi ayam petelur di kabupaten Blitar tercatat mencapai 15.170.000 ekor dengan produksi kurang lebih 450 ton per hari,” ujar Rijanto.

Rijanto berharap kerjasama tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

MoU tersebut akan ditindaklanjuti berupa perjanjian kerja sama oleh PT Food Station Tjipinang (yang merupakan BUMD DKI Jakarta) dan Koperasi Putera Blitar secara business to business (B to B).

Perwakilan Koperasi Putera Blitar sekaligus peternak ayam petelur Rofi Yasifun mengatakan pihaknya sudah memulai mengirimkan sebanyak 100 ton atau 100 ribu paket telur ayam ke Ibu Kota sejak dua bulan lalu.

“Sekarang MoU G to G (government to government) sudah ditandatangani. Kami siap menambah kapasitas menjadi 200ribu paket atau 200 ton telur ayam per bulan,” katanya ketika ditemui di Balai Kota, Senin.


Rofi mengatakan, telur tersebut didapat dari koperasi peternak yang beranggotakan 500 orang. Total peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar mencapai 6000 orang.Lewat kerja sama dengan Pemprov DKI, peternak telur di kota kelahiran Bung Karno tersebut mendapat kepastian wilayah pemasaran.

“Dulu peternak acap kali kebingungan memasarkan telur ayam lantaran banyaknya saingan. Kerja sama dengan Food Station (BUMD DKI) tentu memberi kepastian kepada peternak,” jelasnya.

Pada perjanjian awal harga jual yang disepakati oleh Koperasi Putera Blitar dan Food Station Tjipinang berkisar Rp19.000/kg. Namun, harga telur ayam tersebut terus dievaluasi setiap bulan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed