by

Hati-hati, Otak Menciut Akibat Duduk Terlalu Lama!

Berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk duduk dalam sehari? Jika Anda pekerja kantoran, mungkin Anda akan menghabiskan banyak waktu untuk duduk. Bahkan ketika di rumah, Anda akan menonton televisi atau membaca berita sambil duduk di sofa yang nyaman. Namun, tahukah Anda apa akibat duduk terlalu lama?

Beberapa ahli mengungkapkan kebiasaan ini berisiko memunculkan berbagai macam penyakit, misalnya nyeri punggung, obesitas, serta penyakit-penyakit kronis seperti kencing manis, jantung, dan pembuluh darah. Bahkan, baru-baru ini diketahui bahwa duduk terlalu lama bisa menyebabkan otak menciut dan tentu saja memengaruhi fungsi saraf. Lantas, bagaimana bisa otak menciut akibat duduk terlalu lama?

Otak bisa mengecil akibat duduk terlalu lama

Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal PLOS One. Dalam penelitian tersebut para ahli melihat perubahan ukuran otak pada lansia yang memiliki kebiasaan duduk yang lama dan gaya hidup sedentari (kurang aktivitas fisik).

Penelitian ini menunjukkan adanya fenomena atrofi otak yang dilihat dari hasil MRI para peserta penelitian. Hasil MRI menunjukkan bahwa para lansia yang memiliki kebiasaan duduk yang terlalu lama, memiliki penipisan otak bagian temporo-medial sebanyak sepuluh persen jika dibandingkan dengan lansia yang aktif.

Para ahli meyakini bahwa kondisi ini terjadi akibat aliran darah yang tidak maksimal ketika seseorang duduk terlalu lama. Tidak melakukan apapun dan hanya duduk saja, bisa membuat aliran darah tidak lancar. Sementara, jika Anda bergerak aktif maka aliran  darah ke bagian otak akan maksimal, sehingga membuat fungsi dan volume otak tetap normal, bahkan kian membaik.

Apa dampaknya bila bagian otak menciut?

Bagian otak yang akan mengecil akibat duduk terlalu lama adalah bagian temporo-medial. Pada bagian ini, terdapat daerah penting yang disebut sebagai hipokampus dan parahipokampus.

Hipokampus

Hipokampus berisi kumpulan serabut saraf yang menjadi tempat penyimpanan memori atau ingatan seseorang akan suatu hal. Selain itu, bagian ini juga membantu fungsi navigasi, imajinasi, kreativitas, pengambilan keputusan, dan berbahasa. Terganggunya area hipokampus membuat seseorang menjadi mudah lupa sehingga berisiko menderita penyakit demensia.

Parahipokampus

Berlokasi dekat dengan hipokampus, area parahipokampus berfungsi untuk mengartikan berbagai sinyal yang masuk ke otak yang akan menjadi memori jangka panjang serta “memanggil” kembali (recall) ingatan jangka panjang apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed