Jokowi Berhak Mengganti Panglima TNI dari Matra Manapun

Posted on

SURATKABAR.ID – Anggota Komisi I Evita Nursanty berpendapat jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya hak untuk mengganti Panglima TNI Gatot Nurmantyo dengan Jenderal lain dari matra mana saja.

Pernyataan tersebut diutarakan dalam menghadapi desakan sejumlah LSM yang meminta Presiden Jokowi untuk segera mengganti Jenderal Gatot yang akan segera pensiun pada 8 Juli 2018 mendatang.

“Kalau Presiden inginkan dari TNI AU atau TNI AL silakan saja, termasuk jika misalnya TNI AD,” ujar Evita, Senin (13/11/2017), dilansir dari cnnindonesia.com.

Baca Juga: Geger! Jokowi Didesak Segera Ganti Panglima TNI. Ada Apa?

Evita menjelaskan jika tidak ada keharusan agar pegantian Panglima TNI itu digilir berdasarkan matra. Hal itu tertuang pada UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, dimana hanya menyebut Panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap matra atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

“Tidak dikatakan bahwa jabatan secara bergantian itu sebagai suatu yang harus atau mutlak tapi hanya dikatakan dapat,” ujarnya.

Selanjutnya, menurut Evita, pergantian tersebut juga mutral hak prerogratif Presiden yang juga diatur dalam UU Nomor 34/2004 tentang TNI. Dalam pasal 13 UU 34/2004 dikatakan Panglima diangkat dan diberhentikan oleh presiden setelah mendapat persetujuan DPR.

“Jadi nanti DPR juga akan dimintakan persetujuannya, jadi kita tunggu saja,” ujarnya.

Oleh sebab itu, politisi asal PDIP tersebut merasa heran dengan desakan sejumlah LSM yang meminta Presiden segera mencari penggati Jenderal Gatot. Padahal, pergantian tersebut merupakan sesuatu yang tak seharusnya dibesar-besarkan.

Meski demikian, ia berharap jika nantinya Presiden Jokowi memilih Panglia TNI yang mampu membangun sinergi dengan Polri serta meningkatkan profesionalitas TNI.

Baca Juga: Keras! Sindir Pengacara Setya Novanto, Doli: Seperti ‘Predator’ Tiba-Tiba Muncul dari Planet Lain

“Siapapun nanti yang dipilih presiden itu adalah sosok yang terbaik, dan sosok itu tentunya harus mampu membuat TNI semakin solid dan kuat, termasuk bisa menjalin sinergi dengan Polri dalam menjalankan tugas pokoknya,” ujar Evita.

Sebelumnya dikabarkan jika Wakil Direktur Imparsial Gufron Mabruri berharap, sosok yang akan menggantikan Gatot di posisi Panglima TNI mendatang berasal dari Angkatan Udara atau Laut karena panglima TNI saat ini berasal dari Angkatan Darat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *