by

Obat Tekanan Darah Tinggi untuk Preeklampsia, Apa Saja?

Mengontrol tekanan darah tinggi merupakan bagian penting dalam pengobatan preeklampsia. Perlu diingat, menurunkan tekanan darah tinggi tidak akan mencegah preeklampsia menjadi semakin parah. Hal ini karena tekanan darah tinggi hanyalah salah satu gejala preeklampsia, bukan penyebabnya. Akan tetapi, tekanan darah yang stabil dan normal tentu baik bagi kesehatan ibu dan kandungannya. Jadi, ketahui berbagai pilihan obat tekanan darah tinggi untuk membantu mengatasi preeklampsia dalam artikel ini.

Sekilas tentang preeklampsia

Preeklampsia adalah suatu kondisi di mana tekanan darah dan protein dalam urine naik setelah 20 minggu (akhir trimester ke-2 atau ke-3) kehamilan. Seorang wanita bisa mengalami kondisi ini meskipun sebelumnya tidak memiliki riwayat hipertensi atau darah tinggi. Setidaknya 5-8 persen ibu hamil mengalami preeklampsia.

Sampai saat ini, penyebab utama preeklampsia masih belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli percaya bahwa kondisi ini terjadi karena kelainan pada pertumbuhan serta perkembangan plasenta yang menganggu aliran darah ke janin maupun ibu. Kondisi ini biasanya ditandai dengan tekanan yang naik sampai 140/90 mmHG atau lebih, pembengkakan pada tangan, kaki dan wajah, serta berat badan naik secara mendadak dalam 1-2 hari.

Preeklampsia adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera. Masalah yang sering muncul pada janin akibat ibu mengalami preeklampsia adalah kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Pilihan obat tekanan darah untuk membantu mengatasi preeklampsia

Mengendalikan tekanan darah tinggi merupakan bagian penting dalam pengobatan preeklampsia. Anda mungkin perlu obat tekanan darah jika tekanan darah Anda mencapai tingkat tinggi. Selain untuk menurunkan tekanan darah, pemberian obat tekanan darah juga dapat diresepkan untuk mencegah kejang.

Beberapa obat yang mungkin akan diresepkan dokter untuk menurunkan tekanan darah dan melindungi Anda dari komplikasi di antaranya:

1. Magnesium sulfat

Apabila Anda mengalami kejang yang berhubungan dengan kehamilan (eklampsia) dan mengalami preeklampsia sedang hingga berat, magnesium sulfat mungkin diresepkan dokter. Obat ini biasanya mulai diminum sebelum bersalin dan dilanjutkan selama 24 jam setelah melahirkan.

2. Methyldopa (Aldomet)

Obat ini adalah alpha-adrenergic, yang mempengaruhi sistem saraf pusat dan menghambat medulla oblongata di otak dari mengirimkan sinyal ke pembuluh darah untuk mengerut (yang akan meningkatkan tekanan darah). Dosis harian yang Anda perlukan adalah 500 miligram (mg) sampai 2 gram, dibagi menjadi dua sampai empat dosis. Methyldopa juga dapat diberikan lewat infus jika diperlukan.

3. Labetalol (Normodyne atau Trandate)

Obat ini juga menahan impuls vasoconstricting dan aman untuk digunakan selama kehamilan. Dosis umumnya 100 mg, dua kali sehari, dan dapat ditingkatkan mingguan sampai total 800 mg, tiga kali sehari. Labetalol juga aman untuk digunakan lewat infus ke pembuluh darah.

4. Nifedipin (Procardia)

Obat ini merupakan penghalang saluran kalsium yang dapat melunakkan pembuluh darah dan mengurangi denyut jantung. Nifedipine dilaporkan aman selama kehamilan, meskipun tidak digunakan dalam waktu lama seperti metildopa dan labetalol. Ketika digunakan selama kehamilan, long-acting formula (Procardia XL, Adalat CC) lebih sering jadi pilihan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed