Pengakuan Mengejutkan Kadis Lingkungan Hidup DKI Soal Kinerja Pasukan Orange Jaman Now, dan Zaman AHOK, Fakta Bahwa…..

Posted on

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji menerima laporan mengenai kinerja pasukan oranye di lapangan yang disebut tidak segesit biasanya.

Baca Artikel Lainnya:

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji

MARTIRNKRI.COM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji menerima laporan mengenai kinerja pasukan oranye di lapangan yang disebut tidak segesit biasanya.Menjawab pertanyaan itu, Isnawa mengatakan, saat ini kewenangan pasukan oranye bukan hanya pada Dinas Lingkungan Hidup.

“Waktu eranya Pak Ahok, ada sekitar 3.600 penyapu jalan yang tadinya di bawah kendali saya, diturunkan jadi PPSU (pekerja penanganan sarana dan prasarana umum) di bawah kendali lurah,” ujar Isnawa ketika dihubungi pada Selasa (14/11/2017).

Pasukan oranye yang ada di bawah kendali Dinas Lingkungan Hidup biasanya bertugas sebagai sopir truk sampah serta membersihkan kali, sungai, dan danau.

Sementara pekerjaan penyapu jalan adalah tugas pasukan oranye di bawah wewenang kelurahan. Di bawah kelurahan, jam kerja pasukan oranye diatur ke dalam tiga shift.

Baca Juga: Setelah 4 Tahun, Ini Kali Pertama Banjir Lagi dari Kali Pesanggrahan, Warga Ditanya, “Maaf-Maaf ya, Zaman Pak Ahok Tak Pernah Banjir!”

“Memang waktu di awal kelihatan greng-nya luar biasa, kan, waktu era Pak Ahok, ternyata PPSU itu oleh lurah diatur shift kerjanya, ada yang pagi, sore, dan malam,” ujar Isnawa.

Akibat pengaturan shift itu, hanya sekitar 20 pasukan oranye yang tampak di setiap kelurahan saat pagi, sore, dan malam hari.

Selain itu, kata Isnawa, pasukan oranye juga harus bekerja secara mobile. Ketika warga tidak melihat mereka menyapu jalan, bisa saja PPSU sedang bertugas di kawasan permukiman.
Baca juga: Kompleks BPPT Meruya dari 2007 Bebas Banjir, Kini Tergenang Lagi

Dia menduga, semua alasan ini menjadi penyebab warga berpikiran kinerja PPSU menurun.

“Karena mereka sifatnya mobile tidak di titik tertentu, jadi memang enggak banyak kelihatan, enggak seperti awal-awal dulu,” kata Isnawa.

Baca juga: Banjir Gara-gara Tanggul Jebol, Warga Buka Suara: Kok Sekarang Pasukan Oranye Nggak Sigap Seperti Zaman Pak Ahok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *