Tampil Cantik Tidaklah Dilarang. Namun Jangan Lakukan 5 Cara Haram Ini, Neraka Jahanam Taruhannya | Info Makkah

Posted on
Berhias merupakan suatu hal yang sudah tidak asing lagi bagi kaum wanita. Karena, secara psikologis, wanita merasa tertuntut untuk selalu tampil menarik ketimbang laki-laki.Sehingga tak jarang, bagi sebagian wanita, berhias menjadi sebuah ‘kegiatan’ yang mengasyikan, yang terkadang mereka tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam untuk merawat diri agar dapat selalu tampil anggun mempesona.

Tampil Cantik Tidaklah Dilarang. Namun Jangan Lakukan 5 Cara Haram Ini, Neraka Jahanam Taruhannya

Beribu-ribu atau bahkan berjuta-juta rupiah rela mereka keluarkan hanya untuk anggaran berhias yang terkadang sangat melampaui batas. Semua itu dilakukan demi kecantikan dan penampilan fisik yang selalu menarik.

Agar Berhias Bernilai Ibadah

Islam tidak menafikan kegemaran berhias bagi wanita. Sah-sah saja bagi para wanita untuk berhias diri, bahkan terkadang berhiasnya wanita bisa bernilai ibadah, jika itu dilakukan untuk membahagiakan hati sang suami. Bersolek di depan suami merupakan kebiasaan terpuji para istri penyejuk hati.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat hadit Abu Hurairah Radhihyallahu ‘anhu, ia menuturkan bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah,

“Wahai Rasulullah, wanita bagaimanakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “(Yaitu wanita) yang selalu membahagiakan (suami)nya bila dipandang, mematuhinya bila diperintah, dan tidak pernah menyelisihinya dalam hal diri dan hartanya dengan apa yang tidak disukai oleh suam inya.” (HR. Nasa’i dan Ahmad)

Pakar hadits As-Sanadi menjelaskan, “Yang dimaksud membahagiakan (suami)nya bila dipandang, yakni karena kecantikannya secara lahir, atau kebagusan perilakunya secara batin dan senantiasa menyibukkan diri dengan ketaatan dan bertakwa kepada Allah.” (Hasyiyah As-Sanadi ‘ala Syarh An-Nasa’i, VI/68)

Islam melarang seorang suami yang telah lama bepergian meninggalkan istrinya untuk memasuki rumahnya di larut malam, karena dikhawatirkan saat itu istri dalam keadaan tidak berhias dan acak-acakan penampilannya. Sehingga, itu akan menelusupkan rasa kecewa dan tidak simpatik dalam hati suami. Diriwayatkan dari Jabir a, ia menuturkan, “Dahulu kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam peperangan. Manakala kami telah tiba di kota Madinah, kami hendak segera memasukinya. Maka beliau bersabda, “Tundalah sebentar, hingga kita memasukinya di malam hari (waktu Isyak), agar wanita yang rambutnya acak-acakan bisa menyisirn ya dan yang telah lama ditinggal pergi suaminya bisa mencukur bulu kemaluannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *