Tegaskan Joshua Tidak Nistakan Islam, LBH GP Ansor Juga Bakal Lakukan Ini

Posted on

SURATKABAR.ID – Komika Joshua Suherman dan Ge Pamungkas dipolisikan lantaran salah satu materi Stand Up yang dibawakannya. Atas hal itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP (Gerakan Pemuda) Ansor siap memberi bantuan hukum kepada keduanya.

Seperti diwartakan jawapos.com, Joshua dan ge dilaporkan oleh Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) atas dugaan penistaan agama.

Kendati demikian, Seketarris Jenderal (Sekjen) GP Ansor, Adung Abdul Rahman, mengaku bahwa hingga saat ini belum ada surat terkait pelaporan kasus penistaan agama yang mengatasnamakan Joshua Suherman dan Ge Pamungkas.

“Tentunya kita siap untuk mendampingi kalau ada laporan, tapi nyatanya sampai sekarang belum ada surat panggilan dan kita juga enggak tahu jadi dilaporkan atau tidak. Karena dari pihak pelapor juga belum menunjukkan surat. Mereka kan baru datang ke kepolisian, bilangnya melaporkan, tapi tidak ada surat laporannya begitu. Kita siap saja memberi bantuan hukum kepada pihak Ge dan Jo,” kata Adung, Sabtu (13/1/2018), dikutip dari jawapos.com.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Bikin Polling Soal Joshua Suherman yang Dipolisikan. Hasilnya?

Adung menjelaskan bahwa pada dasarnya pihak LBH GP Ansor secara terbuka memberikan bantuan hukum pada siapa saja yang datang dengan niatan baik. Termasuk kepada Ge dan Joshua. Apalagi, ucap Adang, jika dinilai memang tidak ada unsur menistakan agama yang dilakukan keduanya.

“Mereka datang silaturahmi, minta bantuan, dan ya kita bantu. Materi yang mereka sampaikan itu, menurut kami itu muatannya kritik sosial, belum sampai menistakan agama,” katanya.

Joshua dan Ge memang diketahui mendatangi LBH GP Ansor setelah dilaporkan oleh FUIB atas dugaan penistaan agama. Seperti yang Adang katakan, keduanya datang bersilaturahmi dan meminta bantuan.

Masih dilansir dari jawapos.com, Joshua sendiri dinilai telah menistakan agama Islam berkenaan dengan materi Stand Up yang dibawakannya.

Letak penistaan yang dilakukan oleh Joshua, disebut ketua FUIB Rahmat Himran adalah karena membandingkan Islam dengan mayoritas-mayoritas yang tidak dapat dikalahkan. Oleh karena itu, dianggap sudah mengandung isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).

Sementara Ge Pamungkas dinilai menistakan agama atas celotehnya soal banjir. Dalam video yang diunggah akun @muslim.fact, Ge dinilai melecehkan Islam karena guyonan yang membawa alasan banjir adala cobaan dari Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *