Ungkap Kekecewaan, Tak Dapat Solusi Apa-apa Warga Korban Gusuran di Kanal Banjir Barat Nyesel Pilih Anies-Sandi Lalu Bilang Begini….

Posted on

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menggusur bangunan liar sekitar Banjir Kanal Barat, Jalan Tenaga Listrik, Tanah Abang, hari ini, dan beberapa warga mengungkap kekecewaan terhadap Anies-Sandi.

Baca Artikel Lainnya:

Penggusuran di Kanal Banjir Barat

MARTIRNKRI.COM – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menggusur bangunan liar sekitar Banjir Kanal Barat, Jalan Tenaga Listrik, Tanah Abang, hari ini, dan beberapa warga mengungkap kekecewaan terhadap Anies-Sandi.Seorang warga yang jadi korban penggusuran, Siti, 36 tahun, mengatakan kecewa kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno atau Anies-Sandi.

Pada masa kampanye Pilkada DKI lalu, Siti memilih Anies-Sandi dengan harapan tidak akan menggangu orang miskin sepertinya dengan cara menggusur tanpa ada solusi penyelesaian.

“Kita milih dia, malah gak milih Ahok,” katanya di lokasi penggusuran, Senin 13 November 2017.

Siti, 36 tahun, salah satu warga korban penggusuran di Jalan Tenaga Listrik, Tanah Abang, Jakarta Pusat. TEMPO/M. Yusuf Manurung
Siti, 36 tahun, salah satu warga korban penggusuran di Jalan Tenaga Listrik, Tanah Abang, Jakarta Pusat. TEMPO/M. Yusuf Manurung

Siti mengatakan sejak kecil dia telah tinggal di daerah tersebut hingga kini menjadi ibu dari satu anak. Pekerjaan sehari-harinya adalah pemulung sampah. Dirinya berharap pemerintah mau memberikannya tempat tinggal. “Harusnya kita kasih tempat, dari dulu sampai sekarang gelandangan melulu,” katanya gusar.Warga lain bernama Mariana, 51 tahun juga mengatakan hal senada. Namun dirinya yang telah sering digusur kini mengaku pasrah.

Untuk malam ini, dia mengatakan akan tinggal sementara dengan membangun tenda darurat. Mariana merasa belum mampu mengontrak rumah dengan penghasilan Rp 50 ribu perhari dari pekerjaannya sebagai pemulung sampah. “Ya bikin tenda-tenda aja dulu,” katanya.

Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan bahwa penggusuran tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan yang selama ini diisi dengan bangunan kiar warga. “Ini jalan diokupasi oleh warga, kita kembalikan pada fungsinya,” ujar Mangara di lokasi, Senin, 13 November 2017.

Mangara mengatakan, pemerintah provinsi DKI telah melakukan sosialisasi serta memberikan surat peringatan penggusuran sejak satu pekan lalu. Penggusuran 101 bangunan liar di Jalan Tenaga Listrik dan 50 bangunan di daerah Cideng berjalan tanpa perlawanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *