by

Yang Bikin Ahok Mustahil Jadi Calon Presiden Menurut Prof.Yusril Ihza, Ini Alasannya

Menurut Yusril, Ahok pernah menjadi kewarganegaraan Tiongkok.

Hal ini diungkapkan Yusril saat mengisi Kongres Umat Islam Sumut di Asrama Haji Medan Jalan AH Nasution, Jumat (30/3) pekan kemarin.

“Lalu kenapa Ahok tidak bisa? Karena Ahok tidak terlahir sebagai warga negara Indonesia. Kami tahu persis, bisa di-check datanya ke catatan sipil. Bapak Ahok, Tjung Kim Nam, warga negera Tiongkok. Dan ketika ada penentuan kewarganegaraan, pada tahun 1962, Tjung Kim Nam memilih warga negara RRT. Ahok lahir 1966, berarti Ahok adalah warga negara RRT. Ahok baru dinaturalisasi jadi warga Indonesia itu sekitar 1986, baru Ahok dinaturalisasi. Jadi Ahok tidak bisa, yang lain bisa,” kata Yusril.

Menurut Yusril, amandemen Undang-undang Dasar 1945 mengharuskan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia berkewarganegaraan Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri.

“Yang terakhir dalam amandemen Undang-undang Dasar 1945 Tahun 2003, atas usul dari Profesor Sahetapy dari PDIP, kata-kata orang Indonesia asli pun dihapuskan. Maka bunyi UUD kita mengatakan, Presiden Indonesia adalah warga negara Indonesia sejak kelahirannya,” kata Yusril.

LahirBelitung Timur, 29 Juni 1966

ProfesiWiraswasta – (2017)

Karier

  • Anggota Komisi II DPR RI (2009-2014)
  • Direktur Eksekutif Center Democracy and Transparency
  • Bupati Belitung Timur (2005-2006)
  • Anggota DPRD Belitung Timur bidang Komisi Anggaran (2005-2006)
  • Asisten Presiden Direktur bidang analisa biaya dan keuangan PT. Simaxindo Primadaya, Jakarta (1994-1995)
  • Direktur PT. Nurindra Ekapersada, Belitung Timur (1992-2005)
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta (2012)
  • Gubernur DKI Jakarta (2014-2017)
  • Wiraswasta – (2017)

Pendidikan

  • Program Pasca Sarjana Manajemen Keuangan di Sekolah Tinggi
  • Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta (1994)
  • Sarjana Teknik Geologi di Universitas Trisakti Jakarta (1990)
  • SMA III PSKD Jakarta (1984)
  • SMP No. 1 Gantung, Belitung Timur (1981)
  • SDN No. 3 Gantung, Belitung Timur (1977)

Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok kerap muncul di layar televisi dan dikenal sebagai pejabat yang vokal. Bicaranya ceplas ceplos di mana saja. Perilaku ini membuatnya mendapat perhatian publik.

Sosoknya dikebal sejak menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo. Ketika pimpinannya naik sebagai Presiden, Ahok akhirnya naik jabatan sebagai Gubernur.

Sebelum masuk dalam birokrasi Ahok, pernah memiliki sebuah usaha. Sayangnya usahanya harus gulung tikar pada 1995. Menurut pengakuannya, bisnisnya mengalami kemunduran setelah terganjal urusan politik dan birokrasi korup.

Masalah itu membuatnya frustasi dan mendorongnya pergi ke luar negeri. Tetapi sang ayah, Kim Nam, menolak. Kepada Ahok, Kim Nam mengatakan suatu hari nanti rakyat akan membutuhkannya untuk memperjuangkan nasib mereka.

Karir Politik Ahok

Ahok akhirnya luluh. Ia batal ke luar negeri. Setelah itu ia memutuskan untuk terjun ke dunia politik pada 2003. Ahok pertama kali masuk menjadi anggota Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB), partai buatan Dr. Sjahrir.

Pada Pemilihan Umum 2004, Ahok benar-benar keluar dari cangkangnya. Ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Ahok mengakui, dengan modal uang terbatas menuntutnya untuk membuat model kampanye yang berbeda dari calon legislatif lain. Berbeda dengan calon lain, ia tidak membagikan uang kepada rakyat. Dengan cara melawan arus konvensional itu, Ahok malah mendapat dukungan dari warga. Ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009. Inilah titik mula kiprah Ahok mulai diperhitungkan di dunia politik nasional.

Di DPRD Belitung Timur, kata Ahok, dirinya menunjukan integritas tinggi. Rasa frustasi dirinya terhadap birokrasi memberinya motivasi menolak ikut praktik KKN. Ia juga menolak mengambil uang surat perjalanan dinas fiktif. Di samping itu, ia mengaku menjadi satu-satunya anggota DPRD yang berani secara langsung bertemu dengan masyarakat untuk mendengar keluhan mereka. Jalan ini membuatnya dikenal oleh masyarakat secara emosional dan belakangan memuluskannya menjadi bupati Belitung Timur.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed