by

Kenali 10 Penyebab Betis Sakit dan Cara Mengatasinya

Betis merupakan bagian belakang bawah kaki Anda yang terdiri dari banyak otot. Ada tiga otot utama penyusun betis, yaitu otot medial, otot lateral, dan otot soleus yang menempel pada tulang tibia dan tulang fibia. Setiap gerakan seperti berdiri, berlari, atau jongkok membutuhkan koordinasi tulang dan otot-otot tersebut.

Ketika Anda merasakan sakit pada betis saat melakukan gerakan-gerakan tersebut, kemungkinan besar ada kondisi medis yang jadi penyebabnya. Apa saja penyebab betis sakit dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Kenali rasa sakit pada betis

Rasa sakit pada betis berbeda-beda pada setiap orang, biasanya meliputi rasa nyut-nyutan seperti ditusuk-tusuk. Beberapa gejala di bawah ini bisa menandakan kondisi lebih parah, seperti:

  • Terjadi pembengkakan
  • Rasa dingin atau kebas pada betis
  • Perubahan pada warna betis, terlihat lebih pucat
  • Kesemutan atau mati rasa pada betis
  • Tungkai dan betis terasa lemah
  • Penumpukan cairan pada betis
  • Betis kemerahan dan terasa hangat

Beberapa kondisi medis yang menyebabkan betis sakit

1. Kram otot

Kram pada otot betis merupakan penyebab betis sakit yang paling umum terjadi. Biasanya, kondisi ini terjadi selama olahraga atau sesudah olahraga. Misalnya, ketika Anda mengalami dehidrasi, kekurangan elekrolit dalam tubuh, kurang latihan pemanasan, atau olahraga terlalu lama sehingga otot menjadi lemah.

2. Otot tegang

Gastronecmius medial adalah bagian otot betis yang paling sering terluka. Biasanya disebabkan adanya sobekan sebagian atau seluruhnya pada serabut otot tersebut. Gejalanya bervariasi tapi kebanyakan orang mengalami rasa sakit dan nyeri tiba-tiba pada daerah otot betis karena otot menjadi tegang.

Kondisi ini terjadi akibat otot kelelahan karena digunakan secara berlebihan. Latihan fisik seperti lari, berenang, bersepeda, dan angkat beban bisa menyebabkan otot mendapatkan banyak tekanan sehingga menjadi tegang dan akhirnya robek.

3. Plantar fasciitis

Otot plantaris adalah otot kecil dan tipis yang berada di bagian bawah kaki. Jika otot betis mengalami banyak tekanan, otot plantaris bisa pecah dan menimbulkan rasa sakit di belakang kaki yang menjalar hingga ke betis. Kondisi ini disebut dengan plantar fasciitis dan menyebabkan nyeri kaki saat berdiri dan kesulitan untuk meregangkan kaki.

4. Tendonitis achilles

Tendon achilles adalah jaringan ikat yang menghubungkan otot betis dengan tumit. Jika ada tekanan ekstra pada otot betis, tendon achilles bisa pecah. Gejalanya meliputi nyeri pada betis, pembengkakan, dan kesulitan untuk merentangkan kaki.

5. Sciatica

Sciatica atau nyeri pinggul terjadi karena saraf sciatif mengalami gangguan. Saraf sciatic adalah saraf yang mengontrol otot di kaki bagian bawah dan belakang lutut. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan di punggung bawah yang lantas bisa menjalar ke otot betis dan otot lainnya.

6. Klaudikasio arteri

Seseorang bisa mengalami nyeri pada betis karena penyempitan atau penyumbatan di ateri yang memasok aliran darah ke kaki. Kondisi ini disebut dengan klaudikasio arteri, yang menyebabkan rasa sakit pada betis, paha, punggung bawah, dan bokong.

Rasa sakit bisa menghilang ketika beristirahat tapi akan muncul kembali setelah beberapa menit berjalan. Ini terjadi karena arteri membutuhkan asupan oksigen saat melakukan gerakan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed