by

Kenapa Mata Merah Setelah Berenang Tanpa Kacamata?

Berenang adalah olahraga yang menyenangkan bagi segala kalangan usia. Namun, berenang bisa membawa beberapa dampak pada kondisi mata. Mata merah diriingi dengan rasa pedih, itulah yang paling sering muncul. Pernahkah Anda merasakannya? Kenapa mata merah? Apa yang terjadi saat mata menjadi merah setelah berenang ini? Simak ulasannya di bawah ini.

Kenapa mata merah setelah berenang tanpa kacamata berenang?

Mata merah setelah berenang bukan disebabkan semata-mata oleh klorin (zat yang terkandung dalam kaporit) yang biasa ditaburkan petugas kolam renang untuk menjaga kualitas air kolam.

Anda tidak bisa sepenuhnya menyalahkan klorin, sebab ada bahan lain yang membuat kenapa mata Anda merah, dan terasa pedih setelah berenang di kolam renang tanpa menggunakan kacamata. Menurut CDC, yakni pusat pengendalian dan pecegahan penyakit di Amerika Serikat, bahan kimia di kolam renang yang membuat mata merah dan terasa perih itu adalah chloramine.

Chloramine adalah bahan kimia yang terbentuk dari urine, keringat, atau kotoran lainnya dari tubuh orang berenang yang bereaksi dengan klorin di air kolam. Jadi, bukan klorin itu sendiri yang bikin mata merah setelah berenang. 

Pada saat Anda tidak menggunakan kacamata renang, chloramine ini akan mengalami kontak langsung dengan lapisan air mata yang melapisi permukaan bola mata.

Lapisan air mata ini pada dasarnya berfungsi untuk membuat mata menjadi tetap lembab, halus, dan jernih.

Nah, saat berenang tanpa kacamata atau pelindung yang membatasi antara permukaan mata dengan air kolam, air kolam yang mengandung chloramine akan membasuh lapisan air mata tipis yang melembabkan mata itu. Kondisi ini membuat mata tidak nyaman dan lama-lama akan memerah.

Mengenali chloramine yang bisa membuat mata merah

Klorin dalam kaporit biasanya digunakan dalam kolam renang untuk membunuh kuman. Namun, ketika klorin bereaksi dengan hasil buangan dari orang yang berenang, entah itu keringat, urine, dan kotoran lainnya dari tubuh manusia, maka chloramine pun akan terbentuk.

Chloramine yang terbentuk di dalam air ini kemudian akan melepaskan gas ke udara di atas air. Udara di sekitar chloramine ini akhirnya juga mengandung chloramine dalam bentuk gas. Jika pertukaran udara di sekitar kolam tidak lancar, maka semakin banyak chloramine yang terkandung di sekitar kolam juga yang berbentuk gas.

Itu mengapa, kolam renang dalam ruang (indoor) atau memiliki atap tertutup berpotensi untuk mengumpulkan zat chloramine lebih banyak karena perputaran udaranya lebih sempit dibandingkan dengan kolam renang outdoor.

Semakin tinggi zat chloramine tanpa perputaran udara yang baik, maka orang di sekitar kolam pun yang tidak berenang tetap bisa mengalami iritasi mata karena efek chloramine yang ada di udara.

Ikutilah petunjuk di sekitar kolam renang Anda untuk mengurangi pembentukan chloramine

Jika Anda melihat petunjuk di kolam renang seperti:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed