by

Masakan Santan untuk Berbuka Puasa

doktersehat-sayur-santan-berbuka
Photo Credit: Flickr.com/dion gillard

DokterSehat.Com– Apa menu masakan berbuka favorit Anda? Indonesia yang sangat kaya dengan berbagai olahan masakan tentu tak bisa lepas dari masakan bersantan ya. Kira-kira sehatkah jika kita berbuka dengan masakan bersantan?

Seperti yang kita ketahui, makanan bersantan termasuk dalam makanan sumber lemak. Padahal lemak merupakan salah satu zat gizi yang sebaiknya tidak langsung dikonsumsi saat berbuka lho.

Mengapa makanan yang bersantan tidak dianjurkan untuk berbuka?

Metabolisme tubuh menjadi lambat

Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak, termasuk santan, saat baru berbuka puasa akan menyebabkan metabolisme tubuh menjadi lebih berat dan lebih lanjut akan menyebabkan penyerapan zat gizi menjadi lambat.

Gangguan pencernaan

Selain itu, risiko gangguan kesehatan lain, misalnya radang tenggorokan atau gangguan lambung akan semakin meningkat jika berbuka puasa dengan masakan yang berlemak.

Asupan kalori dalam tubuh semakin tinggi

Lemak merupakan salah satu zat gizi yang memiliki kandungan energi cukup tinggi yaitu 9 kkal. Saat baru berbuka, nafsu makan kita tentu masih sangat besar, ya. Hal ini berisiko menyebabkan kita jadi mengonsumsi bahan makanan yang gurih, seperti santan, menjadi terlalu banyak.

Jika hal ini berlangsung terus menerus, maka tentu asupan kalori tubuh menjadi berlebih dan berisiko menyebabkan tubuh mengalami obesitas.

Ada cukup banyak risiko yang akan terjadi jika kita mengonsumsi makanan bersantan untuk berbuka puasa.

Akan tetapi, ketiga hal di atas baru akan terjadi terjadi jika konsumsi makanan bersantan dilakukan saat pencernaan masih benar-benar kosong dan santan disajikan dengan cara yang tidak sehat, misalnya santan kental, berulang kali di panaskan atau disajikan dengan bahan makanan yang juga tinggi lemak, misalnya daging berlemak atau jeroan.

Lalu, apakah berbuka puasa dengan makanan bersantan sama sekali tidak dianjurkan?

Untuk menghindari terjadinya ketiga risiko di atas, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan saat akan mengonsumsi masakan bersantan untuk berbuka puasa. Diantaranya adalah:

1. Tidak langsung mengonsumsi makanan atau masakan bersantan saat waktu berbuka puasa

Masakan bersantan memang menggoda untuk dicicipi terlebih dahulu ya, namun sebaiknya hal ini tidak Anda lakukan.

Usahakan menyajikan dan mengonsumsi makanan bersantan sebagai bagian dari makanan utama berbuka yang dikonsumsi 30-40 menit setelah kita mengonsumsi 1-2 gelas air putih serta takjil sehat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed