by

Tubuh Segar & Langsing dengan Body Reset Diet

  • Fase satu
    Makanan yang boleh dikonsumsi hanyalah smoothies yang dibuat dari plant based food berdasarkan warna, yaitu smoothies dengan warna putih, dengan tambahan yoghurt vanila, untuk sarapan. Smoothies berwarna merah untuk makan siang dan smoothies berwarna hijau untuk makan malam. Hal ini dilakukan dengan karena masing-masing warna pada bahan makanan mampu memberikan manfaat yang berbeda yaitu memberikan sumber protein pada pagi hari, mendukung pembakaran energi di siang hari dan memberi rasa kenyang pada malam hari.
  • Fase dua
    Pada fase dua smothies yang dikonsumsi hanyalah sebanyak 2 kali makan utama. Salah satu makan utama atau smoothies digantikan dengan makanan padat misalnya salad buah dengan sandwich atau makanan lain yang sebagian besar berupa plant based food.
  • Fase tiga
    Pada fase tiga, smoothies hanya dikonsumsi satu kali untuk satu makan utama, sedangkan dua kali waktu makan lainnya digantikan dengan makanan padat yang tetap merupakan plant based food. Selain itu, Pasternak menganjurkan agar selama melakukan diet ini kita melakukan aktivitas fisik berupa melangkah sebanyak 10000 langkah setiap hari untuk mendukung keberhasilan diet dan kondisi kesehatan tubuh yang optimal.

Body reset diet menurut para pakar kesehatan
Lalu, apakah body reset diet sehat dan aman untuk dilakukan? Pakar kesehatan dan nutrisi dari US News menyebutkan bahwa body reset diet memang mampu menurunkan berat badan dalam jangka waktu yang relatif cepat, akan tetapi makanan rendah kalori yang dianjurkan akan meningkatkan risiko kekurangan gizi sehingga diet ini hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu pendek saja ya.

Selain itu diet ini hanya akan menunjukkan penurunan berat badan yang tidak “awet” dan disebut tidak bisa langsung menunjukkan hasil yang efektif untuk semua orang. Jadi penerapannya hanya untuk jangka waktu 15 hari saja, ya.

Nah, jadi tertarikkah Anda mencoba menerapkan body reset diet?

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik

Sumber : Dokter Sehat